al fatihah

Dalam sibuk sebuah kota yang tidak sebesar mana, berdiri seorang manusia ini di sebalik dinding kaca yang tidak setinggi mana, merenung ke arah sebuah bangunan yang tidak seindah mana, di dalam sebuah toko ilmiah yang tidak sehebat mana.

Di tangan manusia ini, tergenggam sebuah karya seorang manusia itu yang akan pertama kali dibacanya, karya seorang manusia yang cukup besar, tinggi, indah dah hebat sekali.

Akhirnya, manusia itu yang menjadi inspirasi setiap karya manusia yang ini, berangkat untuk bertemu Yang Maha Satu.

Tiada karya yang lain mampu dibaca manusia yang ini selain karya yang diwahyu oleh Yang Maha Besar, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Indah dan jua Yang Maha Hebat…

Al-Fatihah.

Arena Wati : 1925 – 2009


to “al fatihah”

Leave a Reply

CommentLuv badge
Blog Widget by LinkWithin